Hidup Sehat Secara Organik

Mengapa Kita Sakit?
Di zaman “modern” ini tanpa kita sadari tubuh kita sudah tercemar racun (toksin) dari makanan yang kita konsumsi sehari – hari dan racun itu berkumpul dan menumpuk didalam tubuh.Racun-racun (toksin) ini berasal dari pengolahan makanan yang tidak alami lagi (pemakaian pestisida, polusi udara, bahan pengawet, pewarna tiruan, pemakaian obat-obatan kimia, rekayasa genetik dan lain sebagainya).

Sakit adalah akibat kegagalan tubuh kita menyingkirkan bahan buangan, lendir (mucus), serta racun (toksin) yang menghalangi fungsi-fungsi normal tubuh manusia.

Toksin bukan saja menghancurkan fungsi-fungsi pencernaan kita yang normal, tetapi itu juga dapat mengikuti peredaran darah ke berbagai bagian organ tubuh kita, lalu merusak sistem sirkulasi (pembuluh-pembuluh darah), organ-organ penyaring (hati dan ginjal), dan organ-organ pengeluaran/ekskresi, dan akhirnya kita jatuh sakit.

Sehat dengan Makanan Organik
alam kondisi normal tubuh kita dapat menyembuhkan penyakit dengan sendirinya. Tetapi saat ini banyak penyakit yang tidak dapat disembuhkan oleh tubuh kita sendiri dari penyakit ringan sampai ke penyakit kronis. Karena tubuh kita sendiri sudah tercemar racun (toksin) dari makanan yang kita konsumsi sehari – hari dan racun itu berkumpul dan menumpuk di dalam tubuh.

Sejarah Makanan Organik
Pada periode 25 tahun yang lalu lebih dari 200 perintis makanan organic di Amerika mendirikan pertanian organic sendiri di Arizona dengan tujan untuk menyebarkan dan menjalankan gaya hidup yang bebas dari pencemaran. Ini merupakan titik penting dari revolusi makanan organik.
Gaya hidup organic sangat berbeda dengan dasar-dasar pengolahan makanan modern yang banyak menggunakan unsur-unsur tambahan dan pengolahan yang berbahaya bagi kesehatan. Dasar-dasar makanan organik cenderung menuju kembali kea lam dengan cara penanaman dan pengolahan yang bebas dari pencermaran lingkungan.
Dasar-dasar organic diperuntukkan untuk menjadi penghubung utama menuju gaya hidup sehat dalam masyarakat modern.

Pertanian Organik
Penanaman tumbuhan secara organic memerlukan tanah yang bebas dari pencemaran. Sebelum penanaman dapat dimulai, tanah diharuskan untuk tidak digunakan dalam jangka waktu dua sampai tujuh tahun. Hal ini untuk menjamin bahwa tanah tidak terkena pencemaran lingkungan, dan keseburan tanah akan kembali secara alami, antara lain oleh cacing tanah yang menggemburkan dan menyuburkan. Pengendalian hama juga secara alami, misalnya kumbang yang akan mengendalikan populasi kutu daun. Ini sangat berbeda dengan cara pertanian yang biasa (tidak organic), yang akan selalu menggunakan pupuk buatan, racun serangga, perangsang pertumbuhan, serta bahan tambahan lainnya.

Makanan yang Menyehatkan
Filsafat penyembuhan alami menyatakan bahwa makanan terbaik adalah obat terbaik, dan makanan terbaik adalah makanan organic. Tumbuh-tumbuhan organic dalam tubuh kita selain memberikan nutrisi, juga bekerja sebagai pembersih toksin / racun dan lemak yang sangat mengagumkan. Hasilnya adalah sel-sel tubuh menjadi lebih aktif, sistem regenerasi dan fungsi organ tubuh meningkat, menyeimbangkan sistem hormon, serta terjadinya pembersihan toksin secara menyeluruh.

Dokter hanya membantu kita pada proses penyembuhan. Filsafat penyembuhan alami menitikberatkan pada penyembuhan dari dalam tubuh kita sendiri.

Penyembuhan secara organik
Menurut filsafat penyembuhan organik, diyakini bahwa pada saat kita sakit, kesehatan kita diserang oleh toksin-toksin yang mengendap dalam tubuh kita. Toksin dapat berasal dari udara disekitar kita serta makanan yang kita makan yang mungkin berasal dari sumber-sumber yang telah terkena pencemaran. Makanan-makanan tersebut seringkali mengandung bahan pengawet, pewarna, perasa buatan, hewan ternak dan tumbuh-tumbuhan yang berkembang biak dengan pakan atau pupuk yang berasal dari bahan kimia. Ketika manusia memakan makanan dengan bahan-bahan kimia atau bernafas dalam unsur-unsur tersebut, secara bertahap toksin-toksin akan menumpuk pada organ tubuh anda dan dalam waaktu singkat akan menyerang sel-sel tubuh dan sistem kekebalan tubuh.

Dalam waktu yang tidak lama toksin/racun akan dapat menemukan jalan masuk kedalam darah, dan menyerang 3 (tiga) fungsi toksifikasi ;
  1. Sistem pencernaan (perut, isi perut, usus besar)
  2. Sistem Endokrin (kelenjar pituary, kelenjar adrenal, kelenjar tiroid/gondok, kelenjar pankreas dan kelenjar seks
  3. Sistem Penyaringan (hati, kulit, rahim dan ginjal)

Penyerangan tersebut akan melemahkan badan yang menyebabkan anda mudah sakit, lesu, lemah dan terjadi penuaan dini, mempengaruhi fungsi sistem pencernaan, membahayakan kesehatan dan dapat menyebabkan sakit yang serius dalam jangka panjang. Para dokter percaya bahwa toksin-toksin yang terkumpul didalam tubuh adalah penyebab utama datangnya penyakit bukannya kuman-kuman. Bakteri atau kuman-kuman hanya berdampak ketika terlalu banyak sisa-sisa pembuangan (toksin) didalam tubuh kita sehingga menyebabkan tubuh kita lemah dan daya tahan tubuh menurun. Sumber penyakit manusia 90% berasal dari Usus (Kolon) yang tidak bersih/tidak sehat. Makanan yang dimakan tiap hari akan meninggalkan sisa pada permukaan dinding usus. Tumpukan sisa makanan mengendap dari waktu ke waktu yang akan menyebabkan toxid (bahan beracun). Selanjutnya toxid (bacteri, fungi, dan parasit) akan lepas ke dalam sistem peredaran darah sehingga menghasilkan toxin(racun) dalam darah.

Sirkulasi yang berulang ini merupakan sumber timbulnya berbagai penyakit, antara lain : kanker, tumor, sembelit, wasir, jerawat, stroke, lumpuh, terlalu gemuk dan terlalu kurus, rematik, ngilu-ngilu, lupus, penyakit jantung, bintik-bintik penuaan, flek- flek pada wajah, haid tidak normal, menopause, dan penuaan dini, glukoma, penyakit liver (hati), masalah pada usus dan pencernaan, penyakit maag (lambung), kencing manis (diabetes), penyakit kulit dan alergi, insomnia, sulit tidur.

Iklan