Diet untuk Maag

| Artikel | Home | Tentang Melilea | Produk Melilea | Peluang Bisnis | Distributor | Pemesanan | Testimonial | Form Pendaftaran | Form Pemesanan | Hubungi Kami |

Maag dan penyebabnya

Dalam istilah kedokteran, penyakit maag disebut gastritis atau peradangan lambung. Untuk gejala yang lebih ringan sering disebut dengan dyspepsia. Gejala dari penyakit ini adalah adanya keluhan rasa mual di ulu hati, kembung, dan rasa lain yang disebabkan oleh kelainan saluran pencernaan. Pemicu dari gejala tersebut karena adanya jumlah asam lambung yang berlebihan.

Asam lambung diproduksi oleh lambung untuk membantu pencernaan makanan. Tapi jika berlebihan akan menimbulkan masalah. Produksi asam lambung biasanya meningkat pada saat tubuh memerlukannya, yaitu ketika makan. Sebaliknya, pada saat tubuh tidak memerlukan, produksi asam lambung akan menurun kembali. Faktor yang memicu produksi asam lambung berlebihan, diantaranya beberapa zat kimia, seperti alkohol, umumnya obat penahan nyeri, asam cuka, juga beberapa makanan dan minuman yang bersifat asam,, makanan dengan bumbu yang bersifat asam dan sebagainya. Makanan yang pedas serta bumbu yang merangsang, semisal merica, juga akan memicu produksi asam lambung.

Pola makan yang tidak teratur dapat menimbulkan gejala sakit maag. Hal itu terjadi karena lambung memproduksi asam lambung untuk mencerna makanan dalam jadwal yang teratur. Bahkan, saat tidur pun lambung tetap saja memproduksi asam walaupun tak ada makanan yang harus dihancurkan. Karena itu, jadwal makan yang tidak teratur kerap membuat lambung sulit beradaptasi. Bila hal ini berlangsung terus-menerus, akan terjadi kelebihan asam dan akan mengiritasi dinding mukosa lambung. Rasa perih dan mual pun muncul.

Selain pola makan tak teratur, penyakit maag juga bisa disebabkan oleh stres. Hal ini dimungkinkan karena sistem persyarafan di otak berhubungan dengan lambung, sehingga bila seseorang mengalami stres maka bisa muncul kelainan pada lambung, karena terjadi ketidakseimbangan. Perlu Anda tahu, stres bisa menyebabkan terjadinya perubahan hormonal di dalam tubuh. Selanjutnya perubahan itu akan merangsang sel-sel di dalam lambung yang kemudian memproduksi asam secara berlebihan. Asam yang berlebihan ini membuat lambung terasa nyeri, perih, dan kembung. Dalam jangka panjang hal ini dapat menimbulkan luka pada dinding lambung.

Jenis Maag

Ada dua jenis maag, yaitu organik dan fungsional.
Ciri dalam maag organik adalah terdapat peradangan di sekitar lambung atau lecet-lecet yang disebabkan karena tumor atau penyakit-penyakit lain yang menyebabkan luka. Luka-luka inilah yang harus diprioritaskan untuk disembuhkan. Dokter yang mendiagnosis penderita maag, biasanya akan memeriksa tingkat keseriusan peradangan lambung dan usus pasien.
Sedangkan pada penderita maag fungsional tidak ditemukan adanya perdangan atau luka, tetapi penderita merasakan perutnya kembung, tanpa ada penyebab yang pasti. Biasanya, penderita seperti itu lebih karena disebabkan faktor stress, yang seolah-olah perutnya mengalami keluhan tertentu.

Solusi

Prinsip penanganannya adalah diet atau pengaturan makan. Jangan biarkan perut lama dalam keadaan kosong. Keadaan kosong ini dapat mengakibatkan asam lambung yang sudah diproduksi tidak mempunyai bahan untuk dicerna, dan pada akhirnya dinding lambung sendiri yang menjadi sasarannya.

Jangan terlalu banyak mengkonsumsi makanan atau minuman pedas dan asam. Hindari makanan berlemak, karena lemak sulit dicerna oleh lambung. Selain itu, tekstur makanan sebaiknya lembut (lunak).

Sering-seringlah minum air putih, karena bisa mengurangi sifat asam dari makanan atau minuman tersebut. Kurangi mengkonsumsi minuman kopi atau soft drink. Porsi makanan sebaiknya tidak terlalu banyak, tetapi dengan frekuensi sering. Diet makanan yang berserat tinggi akan sangat membantu menetralkan lemak dan asam, serta mempercepat penyembuhan luka. Sumber makanan beserat tinggi terutama adalah sayur dan buah

Referensi : http://www.gizi.net, http://www.newlifehealth.com, berbagai sumber.

| Artikel | Home | Tentang Melilea | Produk Melilea | Peluang Bisnis | Distributor | Pemesanan | Testimonial | Form Pendaftaran | Form Pemesanan | Hubungi Kami |

6 thoughts on “Diet untuk Maag

  1. Saya member Melilea tapi sampai saat ini saya belum mengkonsumsi GFO yang telah saya beli 2 minggu yang lalu. Tadinya saya mau diet karena kelebihan BB saya sampai 15 kgšŸ˜¦
    Tapi saya kuatir banget jadi lapar, lemas atau sakit padahal saya harus bekerja tiap hari.

    Lalu apa yang bisa saya sarankan ttg konsumsi GFO kepada 2 teman saya yang sering sakit maag berulang-2?
    Salah satu dari mereka ada yang sedang menyusui bayi.

    Terima Kasih.

  2. Erina berkata
    2 Februari 2009 pada 8:12 am e
    Saya member Melilea tapi sampai saat ini saya belum mengkonsumsi GFO yang telah saya beli 2 minggu yang lalu. Tadinya saya mau diet karena kelebihan BB saya sampai 15 kgšŸ˜¦
    Tapi saya kuatir banget jadi lapar, lemas atau sakit padahal saya harus bekerja tiap hari.
    Lalu apa yang bisa saya sarankan ttg konsumsi GFO kepada 2 teman saya yang sering sakit maag berulang-2?
    Salah satu dari mereka ada yang sedang menyusui bayi.
    Terima Kasih.

    Wah sayang tuh Bu klo gak diminum …. saya mau loh dikasih …šŸ™‚

    Puasa organik hakekatnya adalah mengganti makanan pokok (nasi, dll – yang cenderung banyak karbohidrat dan gula tinggi) dengan GFO yang bersih, serat tinggi, bernutrisi tinggi serta berkhasiat.

    GFO akan memberikan rasa kenyang, jadi jangan kuatir lapar. GFO juga bernutrisi tinggi, sehingga tidak akan merasa lemas ato kurang gizi. Bahkan tubuh akan lebih segar-bugar walaupun tidak makan nasi. Ini salah satu kelebihan GFO.

    Dalam puasa organik GFO bisa dikonsumsi sampai 6 kali. Ini sudah cukup untuk menggantikan makanan pokok. Dalam puasa ini juga dianjurkan untuk diselingi makan buah (pir, apel, pisang, jambu, dll – tapi jangan durian ya …:) )
    Tapi harus diingat, jangan sampe berlebihan (kenyang banget). Namanya juga diet .. ya diniatkan untuk nahan lapar dikit..šŸ˜¦

    Untuk mengurangi BB bisa dilakukan dengan puasa organik. Puasa ini cukup dilakukan pada minggu pertama aja. Cara puasa organik bisa lihat di sini.

    Setelah puasa organik, pada minggu selanjutnya tetap konsumsi GFO 3 – 6 kali sehari, dan diet bisa dilakukan dengan mengurangi porsi makan menjadi 1/4 – 1/2 porsi aja. Memang ini perlu niat & kemauan yang keras.

    Silakan dicoba, dan sekiranya memungkinkan puasa organiknya malah bisa ditambah lagi hingga minggu ke-2 (dengan puasa organik penuh).
    Silakan amati hasilnya.

    Untuk yg maag dan menyusui silakan lihat di cara konsumsi Greenfied Organik.

    Demikian bu Erina, semoga membantu

    Salam,
    melilesehat

  3. ibu saya menderita hipotyroid dan diharuskan mengkonsumsi obat tyrax seumur hidup…namun setelah mengkosumsi obat tsbt selama 8 bulan ibu saya semakin sulit BAB,kadang sampai seminggu tidak BAB dan juga perutnya sakit bila makan nasi
    yang ingin saya tanyakan apakah millelia GFO bisa memperlancar BAB dan menyembuhkan sakit maag ibu saya…..

    thanks….
    wasalam

  4. sy da konsumsi melilea hmp 2 bln tp perubahan dikit z…awalnya sy sesak,jantung berdebar2,dada panas,kyk di tusuk,tenggorokan ndak enk.susah nafas,,,tp sejak mkn melilea ada perubahan dikit…cm kdg ms mau munta asam2 lagi….thx…

  5. Hai Mau Tanya,..
    Di atas diurai tentang maag, bagaimana dengan prostat, apakah Melilea bisa membantu.
    Mohon sarannya.
    Terima kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s