Jenis dan Gejala Keputihan
Ditulis oleh melileasehat di/pada 23 Agustus 2008
|
| Artikel | Home | Tentang Melilea | Produk Melilea | Peluang Bisnis | Distributor | Pemesanan | Testimonial | Form Pendaftaran | Form Pemesanan | Hubungi Kami |
Keputihan (leukorea, white discharge, fluor albus) Vagina merupakan organ reproduksi wanita yang sangat rentan terhadap infeksi. Hal ini disebabkan batas antara uretra dengan anus sangat dekat, sehingga kuman penyakit seperti jamur, bakteri, parasit, maupun virus mudah masuk ke liang vagina. Untuk itu, wanita harus rajin merawat kebersihan wilayah pribadinya ini. Infeksi juga terjadi karena terganggunya kesimbangan ekosistem di vagina. Ekosistem vagina merupakan lingkaran kehidupan yang dipengaruhi oleh dua unsur utama, yaitu estrogen dan bakteri Lactobacillus atau bakteri baik. Infeksi yang sering terjadi pada vagina adalah keputihan. Keputihan atau dalam istilah kedokteran disebut leukorea, white discharge, fluor albus, adalah gejala penyakit yang ditandai keluarnya cairan dari organ reproduksi, dan bukan berupa darah.
Jenis Keputihan
Gejala Keputihan
Jika keadaan ini dialami oleh ibu hamil, akan berisiko pada kelahiran prematur. Risiko lainnya adalah kehamilan di luar rahim dan kadang menyebabkan radang panggul. Keputihan Candidiasis, yang disebabkan oleh jamur Candida albicans. Gejala klinis yang dialami penderita berupa rasa gatal, lendir vagina berbentuk seperti kepala susu, dan berbau. Keluhan lain yang sering muncul adalah nyeri vagina, rasa terbakar di bagian luar vagina (vulva), serta nyeri saat sanggama dan berkemih.
Perlunya Perhatian Menurut Dr. Junita Indarti, Sp.OG, (spesialis kebidanan dan kandungan dari FKUI-RSCM), hal penting yang harus diketahui, yaitu menjaga keseimbangan ekosistem vagina agar tidak terjadi infeksi. Ia mengingatkan, cara paling mudah adalah menjaga kebersihan vagina, tetapi dengan tetap mempertahankan derajat keasaman pH, sehingga pertumbuhan Lactobacillus meningkat dan perkembangbiakan organisme patogen terhambat.
Referensi : http://www.tanyadokteranda.com http://www.blogdokter.net http://www.sexualhealthwoman.com http://en.microdigitalworld.ru berbagai sumber.
| Artikel | Home | Tentang Melilea | Produk Melilea | Peluang Bisnis | Distributor | Pemesanan | Testimonial | Form Pendaftaran | Form Pemesanan | Hubungi Kami | |











esty berkata
dokter saya mengalami keputihan sudah 4 hari ini, dan bukan pada masa ovulasi.
keputihan tersebut berwarna pitih kental kehijauan.
saya merasa takut tapi saya malu kalau harus kedokter kandungan.
apa yang harus saya lakukan. thanks dok…
melileasehat berkata
Ciri-ciri keputihan yang tidak normal biasanya terindikasi dari warnanya yang tidak putih, tetapi kuning kehijauan. Bentuknya pun tidak cair, tetapi jauh lebih kental dan cenderung menjadi padat. Selain itu dari aromanya tercium bau amis yang cukup tajam. Saat buang air kecil pun, mungkin akan disertai dengan rasa gatal pada daerah sekitar vagina.
Berikut beberapa gejala keputihan yang masuk dalam kategori tidak normal, yang mungkin mirip dengan yang Ibu alami ;
1. Jika cairan yang keluar seperti susu kental, lengket, sangat banyak dengan bau yang tidak begitu mencolok maka kemungkinan telah terjadi radang pada serviks/leher rahim (servisitis) dan vagina (vaginitis).
2. Bila cairan yang keluar putih, encer berbintik bintik banyak, berbau apek disertai dengan nyeri saat buang air kecil serta gatal di sekitar kemaluan maka kemungkinan wanita tersebut menderita infeksi yang disebabkan oleh jamur. Candida albicans adalah jamur yang paling sering hinggap di kemaluan seorang wanita.
3. Bila cairan yang keluar kuning kehijauan, berbusa, merah, sangat banyak, gatal, berbau busuk dan ditemukan nyeri tekan pada sekitar kemaluan serta kemerahan pada vagina, maka kemungkinan telah terjadi infeksi yang disebabkan oleh kuman protozoa Trichomonas vaginalis.
4. Bila cairan yang keluar berwarna kuning, kental, sangat banyak, terasa panas dan gatal pada kemaluan, nyeri tekan pada daerah sekitar kemaluan, nyeri saat buang air kecil, maka kemungkinan infeksi yang disebabkan oleh Nisseria gonorrhoe atau lebih beken disebut GO.
Keputihan yang tidak normal ini bisa dihindari, antara lain dengan cara :
a. Celana dalam satin boleh saja menjadi pilihan Anda. Tapi untuk sehari-hari, akan lebih baik jika Anda memilih pakaian dalam dari bahan katun yang dapat menyerap keringat dengan baik.
b. Jagalah agar kewanitaan Anda tidak lembab. Bila berkeringat atau setelah buang air, keringkan langsung dengan tissue.
c. Terpaksa buang air di tempat umum? Hindari membasuh kewanitaan Anda dengan air dalam bak ataupun air telah tersedia (menggenang). Sebaiknya basuh dengan air yang mengucur dari kran, karena tidak pernah tahu air dalam bak tersebut sudah tercemar jamur candida ataupun bakteri tertentu.
d. Anus adalah salah satu bagian tubuh dimana terdapat mikro organisme. Biasakan diri melakukan gerakan dari arah depan ke belakang (vagina ke anus) untuk menghindari terjadinya infeksi.
e. Membilas vagina dengan cairan khusus boleh saja, asal jangan terlalu sering dan pilih yang tanpa parfum. Ini menghindari bentroknya ‘aroma’ asli vagina dengan parfum sabun.
f. Bila sedang mengalami keputihan, tunda dulu melakukan hubungan intim untuk sementara. Bila tingkat keputihan sudah mengkhawatirkan, periksakan ke dokter.
Pola makan dapat juga membantu untuk memperkecil risiko inveksi jamur vagina yaitu dengan asupan cukup cairan (baik dalam bentuk minuman maupun makanan), asupan cukup serat dari buah dan sayuran, hindari makanan yang terlalu banyak mengandung tepung dan gula.
Ada juga cara tradisional untuk menghindari inveksi jamur vagina dengan daun sirih. Daun sirih 5-7 lembar direbus dengan 2 liter air. Dalam keadaan hangat gunakan untuk membasuh daerah di sekitar (luar) vagina.
Jadi, sangat disarankan agar Ibu periksa ke dokter untuk memastikan kondisi Ibu dan mendapatkan penjelasan serta penanganan yang tepat.
(Kenapa mesti takut dan malu Bu …, khan untuk kebaikan sendiri)
Nb : Oya maaf Bu, saya bukan dokter koq ….
,
Saya hanya sedikit tahu & berusaha selalu peduli dengan kesehatan.
Salam,
Ita
melileasehat
orin berkata
bu, saya mengalami keputihan d usia 13 th sekarang saya sudah berusia 16 th, dia tuh seperti lendir kadang padat, berbau, gatal, pertama ny saya tidak tahu kalau kaputihan yg saya alami adalah keputihan abnormal, tapi baru baru ini, saya baru tahu….
jadi saya sudah 3 tahun tidak memeriksanya ke dokter, apa itu baresiko buat saya, karena tidak mengobatiny dari awal…?
dan bagaimana caranya agar bisa menanggulangi keputihan yg saya alami ini….?
melileasehat berkata
Adik Orin,
Tidak perlu kuatir, tidak ada kata terlambat.
Memang dari yang Adik gambarkan maka kemungkinannya adalah memang keputihan yang abnormal.
Untuk mengetahui keadaan secara pasti, saya sarankan Adik periksa ke dokter / dokter spesialis kandungan untuk melakukan test pap smear.
Hal yang perlu diperhatikan adalah :
1. Pilih celana dalam dari kain katun, yang dapat menyerap keringat dengan baik
2. Jaga agar daerah kewanitaan tetap kering, Bila berkeringat atau setelah buang air, keringkan langsung dengan tissue.
Pola makan dapat juga membantu untuk memperkecil risiko inveksi jamur vagina yaitu dengan asupan cukup cairan (baik dalam bentuk minuman maupun makanan), asupan cukup serat dari buah dan sayuran, hindari makanan yang terlalu banyak mengandung tepung dan gula.
Silakan juga lihat jawaban komentar sebelumnya untuk referensi …
Dan …, jangan lupa segera periksa ke dokter ya…
Salam,
Nury berkata
Saya mau nanyak juga…
Aktifitas saya banyak sekali, mulai dari malam mempunyai banyak pekerjaan… apakan stabilitas tubuh, kecapekan dan stress bisa mengakibatkan keputihan?
keputihan saya ini beragam, kadang berupa cairan bening, kadang seperti susu tapi tidak berbau, tapi kalau sudah sangat capek bisa cairan putih kehijauan dan bau, tapi tidak sering. Saya tidak pernah ke dokter, baru baru ini menggunakan sabun antiseptik khusus vagina. dan apakah pantylines juga merangsang terjadinya keputihan? mohon bantuannya.
nury
melileasehat berkata
Kemungkinan Anda mengalami keputihan dalam kategori yang abnormal, dan gejalanya dapat berbeda menuru kondisi tubuh (faktor stress, kecapekan, dll). Ciri-ciri keputihan yang tidak normal biasanya terindikasi dari warnanya yang tidak putih, tetapi kuning kehijauan. Bentuknya pun tidak cair, tetapi jauh lebih kental dan cenderung menjadi padat. Selain itu dari aromanya tercium bau amis yang cukup tajam. Saat buang air kecil pun, mungkin akan disertai dengan rasa gatal pada daerah sekitar vagina.
- Membilas vagina dengan cairan khusus boleh saja, asal jangan terlalu sering dan pilih yang tanpa parfum. Usahakan hanya bagian luar saja, untuk menghindari iritasi lebih lanjut.
- Jika memakai pentyline pilih yang bisa menyerap keringat, sehingga menghindari daerah kewanitaan lembab.
(Silakan juga baca beberapa koemntar di atas ..)
Silakan periksa ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan tuntas, karena menyangkut organ reproduksi.
Salam,
asiyah agustian berkata
dokter, saya mengalami keputihan hampir tiap hari. kadang bentuknya bening, kadang warnanya pekat, terkadang juga mengumpal seperti susu.kalau baunya cm amis.saya takut itu teermasuk gejala penyakit dalam.
dulu saya pernah periksa ke dokter kandungan untuk periksa masalah menstruasi saya yang 2kali dalam sebulan.saat itu saya juga mangalami keputihan, tapi dokternya tidak bilang apa-apa tentang keputihan saya.
manurut dokter Gmn?
tolong berikan solusi y dok….
melileasehat berkata
Kemungkinan Anda mengalami keputihan dalam kategori yang abnormal, dan gejalanya dapat berbeda menurut kondisi tubuh (faktor stress, kecapekan, dll). Ciri-ciri keputihan yang tidak normal biasanya terindikasi dari warnanya yang tidak putih, tetapi kuning kehijauan. Bentuknya pun tidak cair, tetapi jauh lebih kental dan cenderung menjadi padat. Selain itu dari aromanya tercium bau amis yang cukup tajam. Saat buang air kecil pun, mungkin akan disertai dengan rasa gatal pada daerah sekitar vagina.
Keputihan abnormal perlu diperhatikan, bila tidak diobati secara benar akan bisa mengarah pada kemandulan, infeksi saluran telur, bahkan awal munculnya pertumbuhan kanker mulut rahim. Karena itu, bila teRlanjur mengalami keputihan, lakukan pemeriksaan pap smear.
Jadi untuk mendapatkan penangganan yang tepat silakan periksa & berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan dan kebidanan. Mungkin juga perlu dilakukan test pap smear.
Nb : Oya maaf Bu, saya bukan dokter koq ….
,
Saya hanya sedikit tahu & berusaha selalu peduli dengan kesehatan.
Salam,
asiyah agustian berkata
trimakasih atas sarannya.